Di Samping Gereja Efata Lukulamo, Penginapan Wisma Tabalik Indah Jadi Sarang Prostitusi Online Warga Lukulamo Resah

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Tengah– Kejadian yang sangat memprihatinkan dan meresahkan masyarakat terjadi di Desa Lukulamo. Sebuah penginapan bernama Wisma Tabalik Indah, yang lokasinya berada tepat bersebelahan dengan Gereja GMIIH EFATA Lukulamo, diketahui kuat kini dijadikan tempat praktik prostitusi yang dikelola secara daring atau online. Lokasi yang seharusnya menjadi lingkungan aman, tenang, dan suci di dekat rumah ibadah, kini justru diselimuti kabar buruk yang sangat mencoreng nama baik wilayah tersebut.

Keberadaan aktivitas asusila ini dikonfirmasi langsung oleh tim awak media newsline.id yang melakukan penelusuran dan pengecekan mendalam. Melalui aplikasi layanan pesan yang banyak beredar di masyarakat, yaitu MyChat, tim redaksi menelusuri dan memverifikasi kebenaran informasi tersebut. Hasilnya, dugaan yang beredar di masyarakat terbukti benar adanya.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tempat ini secara aktif ditawarkan dan dipromosikan lewat platform daring tersebut sebagai lokasi pertemuan, dengan menyediakan layanan yang jelas melanggar norma kesusilaan, ketertiban umum, serta aturan hukum yang berlaku. Hal ini memicu kekhawatiran dan kegeraman mendalam warga, mengingat penginapan ini hanya berjarak beberapa langkah dari tempat ibadah — kawasan yang seharusnya dijaga kesucian dan kehormatannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga sekitar mengaku sangat resah, terganggu, dan merasa nilai moral lingkungan dicemarkan. Aktivitas ini dinilai sangat tidak pantas dan bertentangan keras dengan nilai agama, adat istiadat, serta norma yang dipegang teguh oleh seluruh warga Desa Lukulamo. Keberadaannya pun dikhawatirkan sangat mengganggu kekhusyukan umat yang sedang beribadah di gereja.

Sampai berita ini diturunkan, upaya konfirmasi awak media kepada pihak pemilik atau pengelola penginapan belum membuahkan hasil. Nomor telepon yang terdaftar dan tercantum diketahui tidak aktif, sehingga tidak bisa dihubungi dan belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.

Merespons kondisi ini, pihak Pemuda Desa Lukulamo pun telah mendapatkan informasi tersebut dan diharapkan segera mengambil langkah pengawasan serta tindakan pencegahan demi menjaga ketertiban dan moralitas desa, khususnya di kawasan sekitar tempat ibadah.

Selain itu, masyarakat sekitar menyampaikan harapan besar agar pihak berwenang — yakni Polsek Sektor Weda Tengah, Polres Halmahera Tengah, Pemerintah Daerah Halmahera Tengah, serta Pemerintah Desa Lukulamo — segera turun tangan melakukan penindakan tegas terhadap praktik ilegal tersebut. Masyarakat menuntut agar aktivitas ini dihentikan sepenuhnya demi memulihkan rasa aman, ketertiban umum, serta mengembalikan kehormatan lingkungan sekitar gereja dan pemukiman warga seperti sedia kala.

 

“Bung”

Berita Terkait

Diduga Kepala Pasar Rakyat Weda Aba Dar Sering Mengganggu Warga, Dilaporkan Sudah Berulang Kali
Anggota DPRD Kabupaten Gelar Reses untuk Serap Aspirasi Masyarakat, Di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.
Santan Kelapa Pres di Desa Waibulan Menuju Usaha yang Lebih Luas dan Modern
Tragedi Kelam di Waibulan: Bocah 8 Tahun Jadi Korban Pencabulan, Polisi Diminta Segera Bertindak
Anak-Anak Desa Lelilef Woebulen Jadi Korban Abu Tambang PT IWIP: “Di Weda Sudah Bagus, Tapi Anak Kami yang Menderita”
Penyaluran Bantuan Insentif dan Gaji di Desa Nusliko Bertepatan dengan momen HUT Kabupaten Halmahera Tengah ke-35
DWP UNSUR Pelaksana BPKAD Tandatangani MoU dengan Puskesmas Kecamatan Weda
Tragedi di Tengah Tambang: Kisah Pilu Lex, Pekerja yang Terhempas Derita Batin Setelah Dikhianati Istri.
Berita ini 288 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:39

Di Samping Gereja Efata Lukulamo, Penginapan Wisma Tabalik Indah Jadi Sarang Prostitusi Online Warga Lukulamo Resah

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:29

Diduga Kepala Pasar Rakyat Weda Aba Dar Sering Mengganggu Warga, Dilaporkan Sudah Berulang Kali

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:07

Anggota DPRD Kabupaten Gelar Reses untuk Serap Aspirasi Masyarakat, Di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:37

Santan Kelapa Pres di Desa Waibulan Menuju Usaha yang Lebih Luas dan Modern

Sabtu, 22 November 2025 - 21:12

Tragedi Kelam di Waibulan: Bocah 8 Tahun Jadi Korban Pencabulan, Polisi Diminta Segera Bertindak

Berita Terbaru