Labuha, Halmahera Selatan —10/05/2027. Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri Maluku Utara (LSM-KANe Malut) kembali melontarkan kritik keras terhadap dugaan penyalahgunaan dana desa yang terjadi di Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan.
LSM-KANe menilai kondisi masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan sangat bertolak belakang dengan dugaan bertambahnya aset dan kekayaan yang dimiliki oknum kepala desa. Hal ini memicu kecurigaan publik terkait pengelolaan dana desa yang selama ini digunakan.
Ketua LSM-KANe Malut menegaskan bahwa pihaknya kini menguji sejauh mana keberanian dan komitmen aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan, dalam mengusut dugaan aliran dana serta aset milik kepala desa yang dianggap tidak sebanding dengan penghasilan resmi sebagai penyelenggara pemerintahan desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rakyat desa masih hidup dalam penderitaan, sementara ada dugaan oknum penguasa desa menikmati kemewahan. Ini yang harus dibuka secara terang kepada publik. Kejaksaan jangan tutup mata,” tegasnya.

Menurutnya, penelusuran aset menjadi langkah penting untuk mengetahui ada atau tidaknya dugaan praktik korupsi dalam pengelolaan dana desa. Ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada pemeriksaan administrasi, tetapi juga berani menelusuri kepemilikan kendaraan, tanah, bangunan, maupun aset lainnya yang diduga diperoleh secara tidak wajar.
LSM-KANe juga mengingatkan bahwa kasus dugaan penyalahgunaan dana desa di Loleo telah menjadi perhatian luas masyarakat Halmahera Selatan. Karena itu, mereka meminta proses hukum dilakukan secara transparan dan profesional agar tidak menimbulkan asumsi adanya pihak-pihak tertentu yang melindungi oknum kepala desa.
“Kalau aparat serius memberantas korupsi, maka usut juga aliran uang dan asetnya. Jangan hanya ramai di pemeriksaan awal lalu akhirnya hilang tanpa kepastian hukum,” tambahnya.
LSM-KANe memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah nyata dari aparat penegak hukum demi menjawab keresahan masyarakat Desa Loleo.











