Antara Penderitaan Rakyat dan Kekayaan Penguasa, LSM-KANe Uji Komitmen Kejaksaan Berani Usut Aset Kepala Desa

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuha, Halmahera Selatan —10/05/2027. Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri Maluku Utara (LSM-KANe Malut) kembali melontarkan kritik keras terhadap dugaan penyalahgunaan dana desa yang terjadi di Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan.

LSM-KANe menilai kondisi masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan sangat bertolak belakang dengan dugaan bertambahnya aset dan kekayaan yang dimiliki oknum kepala desa. Hal ini memicu kecurigaan publik terkait pengelolaan dana desa yang selama ini digunakan.

Ketua LSM-KANe Malut menegaskan bahwa pihaknya kini menguji sejauh mana keberanian dan komitmen aparat penegak hukum, khususnya kejaksaan, dalam mengusut dugaan aliran dana serta aset milik kepala desa yang dianggap tidak sebanding dengan penghasilan resmi sebagai penyelenggara pemerintahan desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rakyat desa masih hidup dalam penderitaan, sementara ada dugaan oknum penguasa desa menikmati kemewahan. Ini yang harus dibuka secara terang kepada publik. Kejaksaan jangan tutup mata,” tegasnya.

Menurutnya, penelusuran aset menjadi langkah penting untuk mengetahui ada atau tidaknya dugaan praktik korupsi dalam pengelolaan dana desa. Ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada pemeriksaan administrasi, tetapi juga berani menelusuri kepemilikan kendaraan, tanah, bangunan, maupun aset lainnya yang diduga diperoleh secara tidak wajar.

LSM-KANe juga mengingatkan bahwa kasus dugaan penyalahgunaan dana desa di Loleo telah menjadi perhatian luas masyarakat Halmahera Selatan. Karena itu, mereka meminta proses hukum dilakukan secara transparan dan profesional agar tidak menimbulkan asumsi adanya pihak-pihak tertentu yang melindungi oknum kepala desa.

“Kalau aparat serius memberantas korupsi, maka usut juga aliran uang dan asetnya. Jangan hanya ramai di pemeriksaan awal lalu akhirnya hilang tanpa kepastian hukum,” tambahnya.

LSM-KANe memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah nyata dari aparat penegak hukum demi menjawab keresahan masyarakat Desa Loleo.

Berita Terkait

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*
Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan
LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha
Masyarakat Desa Loleo Pertanyakan Anggaran Masjid Ratusan Juta, “Uangnya ke Mana
SEKRETARIS LSM KANe PERTANYAKAN TUGAS PENGAWASAN: BERAPA BANYAK ANGGARAN DANA DESA YANG BERHASIL DISELAMATKAN INSPEKTORAT? KADES LOLEO EDI AMUS DIDUGA SALAHGUNAKAN DANA HINGGA RATUSAN JUTA SAMPAI MILIAR, JADI TANTANGAN BESAR
Ketua LSM-KANe Bantah Pemberitaan Sebelumnya Terkait Dugaan Pemajakan Penambang Lokal oleh Sadam Hadi
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:50

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:23

Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:38

Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:04

IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56

LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha

Berita Terbaru