Antara Luka dan Pengkhianatan Masyarakat Desa Loleo, LSM-KANe Tantang Pemda Halsel Tuntaskan Kasus Dana Desa

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan – 9 Mei 2026 Dugaan penyalahgunaan Dana Desa di Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, terus menjadi sorotan publik. Masyarakat mengaku mengalami “luka dan pengkhianatan” yang berkepanjangan akibat dugaan buruknya pengelolaan anggaran desa selama beberapa tahun terakhir.

tersebu

Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sejak tahun 2022 hingga 2025 di bawah kepemimpinan Kepala Desa Loleo, Edi Amus. Warga menilai penderitaan dan keresahan masyarakat selama ini seolah dibiarkan tanpa langkah serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, masyarakat Desa Loleo menaruh harapan besar kepada Pemerintah Daerah Halmahera Selatan agar segera mengambil langkah tegas demi mengusut tuntas persoalan Dana Desa yang telah lama menjadi perhatian publik.

Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri Maluku Utara (LSM-KANe Malut) pun secara terbuka menantang komitmen Pemerintah Daerah Halmahera Selatan untuk membuktikan keseriusannya dalam menuntaskan kasus tersebut.

“Ini bukan lagi sekadar persoalan administrasi desa, tetapi sudah menjadi luka sosial yang dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun. Pemerintah daerah harus hadir dan membuktikan keberpihakannya kepada rakyat,” tegas pihak LSM-KANe Malut.

LSM-KANe Malut juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak Inspektorat Halmahera Selatan, Dana Desa Loleo disebut belum pernah diaudit sejak tahun 2020. Kondisi itu dinilai sebagai bentuk kelalaian pengawasan yang membuka ruang terjadinya dugaan penyimpangan anggaran.

Menurut mereka, lemahnya pengawasan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat Desa Loleo merasa dikhianati oleh pemerintah dan aparat pengawasan daerah.

“Masyarakat sudah terlalu lama menunggu keadilan. Jika pemerintah daerah serius, maka audit khusus harus segera dilakukan dan proses hukum harus berjalan secara transparan,” lanjut pernyataan LSM-KANe Malut.

Hingga saat ini, masyarakat Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, mengaku masih diliputi keresahan dan menanti langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam menyelesaikan persoalan Dana Desa yang telah menjadi perhatian luas masyarakat

Berita Terkait

Antara Penderitaan Rakyat dan Kekayaan Penguasa, LSM-KANe Uji Komitmen Kejaksaan Berani Usut Aset Kepala Desa
Harga Tanah Rp1.500 per Meter di Obi Timur Picu Kemarahan Warga, Kuasa Hukum: “Ini Penghinaan Terhadap Hak Masyarakat”
Dekat Ini inspektorat Audit Khusus Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Beri Apresiasi.
Anggaran Rp1 Miliar Lebih Dipertanyakan, Program Meteran Listrik Desa Soligi Baru Sentuh 100 Rumah
Oknum Polisi Syahjuan Joisangadji Alias SJ Diduga Terima Uang dalam Transaksi Lahan Saat Berseragam, Kuasa Hukum Alimusu Soroti Pelanggaran Berat
Bambang Joisangaji, SH Desak Polres Halsel Bertindak Tegas: “Periksa Kades Kawasi, Jangan Lindungi Siapapun!”
KETUA LSM-KANe DESAK BUPATI HALSEL JANGAN DIAM! PENGHIANATAN DI DESA LOLEO MAKIN TERBUKA
Wartawan Kecam Penghalangan Peliputan Demo di Polres Halmahera Selatan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:21

Antara Penderitaan Rakyat dan Kekayaan Penguasa, LSM-KANe Uji Komitmen Kejaksaan Berani Usut Aset Kepala Desa

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:41

Antara Luka dan Pengkhianatan Masyarakat Desa Loleo, LSM-KANe Tantang Pemda Halsel Tuntaskan Kasus Dana Desa

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:12

Harga Tanah Rp1.500 per Meter di Obi Timur Picu Kemarahan Warga, Kuasa Hukum: “Ini Penghinaan Terhadap Hak Masyarakat”

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:58

Dekat Ini inspektorat Audit Khusus Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Beri Apresiasi.

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:00

Anggaran Rp1 Miliar Lebih Dipertanyakan, Program Meteran Listrik Desa Soligi Baru Sentuh 100 Rumah

Berita Terbaru