Sofifi newsline.id Pada tanggal 2 Juni 2025,Wakil walikota Tidore Kepulauan melaksanakan kegiatan modernisasi pertanian di wilayah Oba Utara sebagai upaya menuju swasembada pangan. Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para brigadir dan penanaman padi secara simbolis.
Penyerahan Alsintan kepada Brigadir
Penyerahan alsintan merupakan bagian penting dari program modernisasi pertanian. Alsintan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian di wilayah Oba Utara. Jenis alsintan yang diserahkan mungkin termasuk traktor, pompa air, mesin panen, atau alat pertanian lainnya yang sesuai dengan kebutuhan setempat. Dengan bantuan alsintan modern, para petani diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi penanaman padi oleh Walikota Tidore Kepulauan merupakan simbol dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi para petani dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor pertanian. Penanaman padi ini mungkin menggunakan varietas unggul yang beradaptasi baik dengan kondisi tanah dan iklim di Oba Utara, guna meningkatkan produktivitas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk mencapai swasembada pangan. Swasembada pangan berarti kemampuan suatu daerah untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa bergantung pada impor. Untuk mencapai hal ini, diperlukan berbagai strategi, termasuk modernisasi pertanian, peningkatan kualitas benih, pelatihan petani, dan pengelolaan irigasi yang efektif. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Tidore Kepulauan.
Kegiatan penyerahan alsintan dan penanaman padi di Oba Utara pada 2 Juni 2025 merupakan langkah signifikan dalam upaya Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk memodernisasi sektor pertanian dan mencapai swasembada pangan. Suksesnya program ini bergantung pada berbagai faktor, termasuk dukungan pemerintah, partisipasi aktif petani, dan keberlanjutan program.
Tim/ red











