Pernyataan Berbeda Walikota Tidore Muhammad Sinen Mengenai DOB Sofifi*

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOFIFI newsline.id Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menunjukkan perubahan sikap yang signifikan terkait pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Sofifi. Sebelum terpilih, ia terkesan mendukung pembentukan DOB tersebut. Namun, setelah menjabat, ia secara tegas menolaknya. Perubahan sikap ini menimbulkan pertanyaan dan kontroversi di masyarakat

Informasi mengenai dukungan awal Sinen terhadap DOB Sofifi sebelum terpilih sebagai Walikota masih terbatas. Sumber-sumber yang ada lebih banyak menyoroti penolakannya setelah menjabat. Namun, wajar diasumsikan bahwa selama masa kampanye, ia mungkin menyampaikan pernyataan yang mendukung DOB untuk meraih dukungan dari kelompok masyarakat tertentu yang menginginkan pemekaran. Hal ini merupakan strategi politik yang umum dilakukan oleh kandidat

Setelah terpilih, Sinen secara aktif dan lantang menolak DOB Sofifi. Ia menyampaikan penolakan ini dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam debat kandidat dan orasi di Kedaton Kesultanan Tidore. Alasan penolakan utamanya adalah mempertahankan Sofifi sebagai bagian integral dari Tidore Kepulauan berdasarkan aspek sejarah, budaya, dan kedaulatan wilayah adat Kesultanan Tidore. Ia juga mengkritik proses pemekaran yang dianggap tidak sesuai prosedur dan berpotensi memecah belah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan sikap Sinen bisa diinterpretasikan dari beberapa sudut pandang. Salah satunya adalah perubahan prioritas politik setelah menjabat. Sebagai Walikota, ia mungkin memiliki akses informasi dan pertimbangan yang berbeda dibandingkan saat masih berkampanye. Ia mungkin menyadari konsekuensi negatif dari pemekaran bagi Kota Tidore Kepulauan, baik secara ekonomi, sosial, maupun politik. Faktor tekanan dari masyarakat dan Sultan Tidore juga mungkin mempengaruhi keputusannya.

Pernyataan yang berbeda dari Walikota Sinen mengenai DOB Sofifi menunjukkan kompleksitas isu pemekaran wilayah dan dinamika politik lokal. Perubahan sikapnya, meskipun kontroversial, mencerminkan tantangan dalam pengambilan keputusan politik yang harus mempertimbangkan berbagai kepentingan dan aspirasi masyarakat.

*Tim/red*

Berita Terkait

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti
Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS
PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan
Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah
Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan
TIDORE MEMANGGIL! GENERASI MUDA SULTAN NUKU GUGAT 81 TAHUN PERJALANAN NEGARA — REFERENDUM, FEDERALISME, DAN KEDAULATAN RAKYAT DISERUKAN
Semangat Kemerdekaan, Polda Malut Perkuat Kekompakan Lewat Ajang Lomba
Kapolda Maluku Utara Hadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Sofifi
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:09

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:40

Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:13

PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:54

Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:34

Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru