Labuha, newsline.id – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Labuha di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, akan segera menjalani transformasi besar melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025.
Program ini, yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melalui Direktorat PKPLK Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp904.419.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Proyek revitalisasi ini mencakup pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB), selasar penghubung sepanjang 38 meter, serta rehabilitasi tempat ibadah dan aula. Berlokasi di Jalan Raya Labuha, Desa Tomori, Kecamatan Bacan, proyek ini dijalankan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SLB Negeri Labuha dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender. Kepala SLB Negeri Labuha, Marsumi, menyampaikan rasa syukur atas bantuan pemerintah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Revitalisasi ini adalah angin segar bagi kami. Fasilitas yang lebih baik akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Halmahera Selatan,” ujarnya.
Foto pembangunan Selasar penghubung
Ia menambahkan bahwa pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan akses yang lebih baik bagi siswa penyandang disabilitas. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat satuan pendidikan, khususnya di daerah-daerah terpencil, demi mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Selasar penghubung yang dibangun akan memudahkan mobilitas siswa, terutama mereka yang menggunakan alat bantu, sementara rehabilitasi aula dan tempat ibadah diharapkan menjadi pusat kegiatan ekstrakurikuler dan spiritual bagi komunitas sekolah. Masyarakat setempat juga menyambut baik inisiatif ini.
“Kami berharap proyek ini selesai tepat waktu dan membawa manfaat besar bagi anak-anak kami,” ungkap salah seorang warga Desa Tomori.
Foto rehabilitasi ruangan aula SLB Labuha
Pelaksanaan proyek ini juga diharapkan dapat melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga turut memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar. Dengan semangat gotong royong dan pengawasan ketat dari P2SP, revitalisasi SLB Negeri Labuha diharapkan menjadi tonggak penting dalam memajukan pendidikan inklusif di Maluku Utara. Proyek ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangun harapan dan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda berkebutuhan khusus di Halmahera Selatan.
Revitalisasi SLB Negeri Labuha menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan fasilitas yang lebih memadai, diharapkan SLB Negeri Labuha dapat terus menjadi rumah belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi para siswa. Mari kita dukung dan awasi bersama agar proyek ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(**)