Labuha, newsline.id – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Labuha kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Olimpiade tingkat nasional yang diselenggarakan di Sofifi, Provinsi Maluku Utara. Dua siswa berkebutuhan khusus, Najwa Asyila Drakel dan M. Alfatih Mustakim, berhasil meraih juara kedua masing-masing pada lomba mewarnai dan bulu tangkis. Keberhasilan ini tak lepas dari kepemimpinan inspiratif Kepala Sekolah SLB Negeri Labuha, Marsumi, yang telah mendedikasikan diri untuk memajukan potensi siswa-siswanya.
Najwa Asyila Drakel, siswa kelas 4 tunarungu, menunjukkan bakat luar biasa dalam lomba mewarnai. Dengan kreativitas dan ketelitiannya, Najwa berhasil memukau dewan juri dan mengamankan posisi juara II.
Sementara itu, M. Alfatih Mustakim, siswa kelas 8 tunadaksa, menampilkan semangat pantang menyerah di cabang bulu tangkis, juga meraih juara II dengan permainan yang penuh determinasi. Prestasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi di panggung nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik keberhasilan gemilang ini, Marsumi, selaku kepala sekolah, menjadi sosok kunci yang patut diapresiasi. Dengan visi inklusif dan komitmen yang kuat, Marsumi telah menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan bakat dan potensi siswa berkebutuhan khusus. Dalam pernyataannya, Marsumi mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian para siswa.

“Saya sangat bersyukur dan bangga melihat semangat serta prestasi anak-anak kami. Ini adalah bukti bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, mereka mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Marsumi dengan penuh semangat.
Marsumi juga tak lupa memberikan penghargaan kepada dua guru pendamping yang telah setia mendampingi dan membimbing Najwa dan Alfatih selama persiapan hingga pelaksanaan lomba. Dedikasi para guru ini, dipadukan dengan kepemimpinan Marsumi yang visioner, menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan SLB Negeri Labuha di kancah nasional.
Keberhasilan ini bukan hanya kemenangan bagi Najwa dan Alfatih, tetapi juga cerminan dari kerja keras seluruh komunitas SLB Negeri Labuha. Marsumi, dengan pendekatan kepemimpinannya yang penuh kasih dan inovatif, telah berhasil menginspirasi siswa dan staf untuk terus berjuang meraih mimpi, sekaligus membuktikan bahwa SLB Negeri Labuha adalah tempat di mana potensi anak-anak berkebutuhan khusus dapat bersinar terang.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia untuk terus mendukung dan memberdayakan siswa berkebutuhan khusus. Dengan kepemimpinan seperti yang ditunjukkan Marsumi, masa depan pendidikan inklusif di Indonesia tampak semakin cerah. Selamat kepada SLB Negeri Labuha, dan terima kasih kepada Marsumi atas dedikasinya yang luar biasa!
Penulis: FHAN











