Tidore Kepulauan, newsline.id– Dalam upaya cepat menormalisasi kondisi pasca-bencana banjir yang melanda Desa Selama Lofo, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan baru-baru ini, Kepala Desa (Kades) Asrul menunjukkan komitmen kuatnya terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan sigap, Kades Asrul langsung menganggarkan dana desa untuk melakukan normalisasi kali sepanjang hampir 1 kilometer, yang menjadi jalur utama aliran air dari kampung menuju kaki bukit.
Bencana banjir yang terjadi akhir pekan lalu sempat menimbulkan dampak signifikan bagi warga Desa Selama Lofo. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan luapan air yang merendam permukiman, merusak infrastruktur jalan, dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Banyak rumah yang terendam, dan warga khawatir jika hujan deras datang lagi,” ujar salah seorang warga, Ibu Siti, yang rumahnya terdampak banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa menunggu lama, Kades Asrul mengambil langkah preventif yang tegas.
“Saya tidak ingin masyarakat desa kami kembali mengalami penderitaan seperti ini. Dana desa yang kami miliki harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pencegahan dini,” tegas Kades Asrul saat ditemui di lokasi proyek normalisasi pada Selasa (30/9/2025).
Proyek ini fokus pada pembersihan dan perbaikan saluran kali yang tersumbat lumpur dan sampah, sekaligus memperkuat tanggul agar lebih tahan terhadap debit air saat musim hujan.
Normalisasi kali ini bukan hanya sekadar perbaikan sementara, melainkan bentuk penanggulangan banjir yang paling efektif dan fatal untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Panjang kali yang dinormalisasi mencapai hampir 1 kilometer, mulai dari pusat kampung hingga kaki bukit, yang menjadi akses aliran air utama. Tim desa, dibantu tenaga kerja lokal, telah memulai pekerjaan sejak Senin pagi dan ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu.
Kepedulian Kades Asrul ini patut diapresiasi. Warga desa pun tak henti-hentinya memuji kepemimpinannya yang proaktif dan berorientasi pada rakyat.
“Pak Asrul adalah pemimpin yang nyata. Beliau tidak hanya bicara, tapi langsung bertindak. Ini membuktikan bahwa beliau peduli betul dengan nasib kami,” kata Bapak Rahman, tokoh masyarakat setempat.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menyambut baik inisiatif ini. “Langkah desa ini selaras dengan program mitigasi bencana daerah. Kami siap dukung dengan teknis dan monitoring.
Kejadian banjir ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim. Namun, dengan tokoh seperti Kades Asrul yang sigap dan peduli, harapan warga Desa Selama Lofo semakin cerah. Desa yang tangguh dan aman dari banjir kini bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang sedang dibangun bersama.
Semoga inisiatif ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Tidore Kepulauan untuk lebih proaktif dalam penanganan bencana alam. Selamat bagi Kades Asrul atas dedikasinya yang luar biasa.
PENULIS: NASRUN DAUD, SE












