Ternate – Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Maluku Utara sepanjang tahun 2026 menunjukkan tren yang menggembirakan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, angka kejahatan jalanan dan pencurian yang tergolong dalam tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) tercatat relatif rendah.
Data Polda Maluku Utara menunjukkan bahwa sejak Januari hingga awal Juni 2026, hanya terdapat 25 laporan polisi terkait kasus 3C di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara. Angka tersebut berarti rata-rata hanya terjadi sekitar satu kasus setiap pekan, sebuah capaian yang menunjukkan situasi kamtibmas masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah preventif yang terus digencarkan oleh Polda Maluku Utara dan jajaran di seluruh wilayah. Mulai dari patroli rutin di lokasi rawan, patroli dialogis, sambang warga, penyuluhan kamtibmas, hingga penguatan sistem keamanan lingkungan terus dilakukan secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Maluku Utara.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tren kasus 3C juga menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 65 kasus 3C, atau rata-rata sekitar 1,25 kasus per minggu. Sementara pada tahun 2026 hingga awal Juni tercatat 25 kasus, atau sekitar 1,1 kasus per minggu.
Penurunan tersebut menjadi indikator bahwa upaya pencegahan yang dilakukan secara konsisten mulai menunjukkan hasil positif. Kehadiran polisi di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan preventif dinilai mampu menekan peluang terjadinya tindak kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman warga.
Polda Maluku Utara menegaskan bahwa upaya pemeliharaan kamtibmas akan terus ditingkatkan. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada serta aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Keamanan yang kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat antara polisi dan warga, Maluku Utara diharapkan tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
“Keamanan adalah investasi bagi pembangunan. Ketika masyarakat merasa aman, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial dapat berjalan dengan baik,” menjadi semangat yang terus dikedepankan dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Maluku Utara.











