Ternate, — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (FISIP UMMU) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya intelektual di lingkungan kampus.
Melalui Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP), mereka menggelar kegiatan lapak baca dan mimbar bebas di Kampus B UMMU, Kamis (30/4).
Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua kali dalam sepekan, sebagai upaya konkret menghadirkan ruang literasi yang hidup di tengah mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak sekadar menjadi program
formalitas organisasi, lapak baca dan mimbar bebas ini dirancang sebagai wadah untuk mengasah daya kritis serta memperkuat tradisi diskusi yang mulai memudar di lingkungan akademik.
Ketua Bidang PTKP, Sofyan Selang, menegaskan pentingnya mengembalikan fungsi kampus sebagai pusat produksi gagasan. Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya hanya berorientasi pada pencapaian gelar akademik semata, tetapi juga harus aktif dalam membangun pemikiran yang kritis dan reflektif.
“Literasi bukan pilihan, tapi kebutuhan. Kalau mahasiswa tidak membiasakan membaca dan berdiskusi, maka mereka hanya akan menjadi penonton dalam perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena menurunnya minat baca dan diskusi di kalangan mahasiswa, yang perlahan tergeser oleh budaya instan dan rutinitas akademik yang cenderung minim dialektika. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan serius yang harus dijawab melalui gerakan literasi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, HMI Komisariat FISIP UMMU berupaya mengisi ruang kosong tersebut dengan membangun kembali tradisi berpikir yang menjadi identitas utama mahasiswa. Sofyan menekankan bahwa literasi harus dipraktikkan sebagai budaya hidup, bukan sekadar slogan yang diulang tanpa implementasi nyata.
Kegiatan ditutup dengan diskusi terbuka yang berlangsung hangat dan partisipatif, melibatkan anggota organisasi internal maupun eksternal kampus. Forum ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan, tetapi juga menunjukkan bahwa perbedaan pandangan dapat melahirkan pemahaman yang lebih luas ketika dibingkai dalam tradisi literasi yang sehat.
Di tengah derasnya arus informasi yang serba cepat, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa yang berhenti membaca sejatinya sedang berjalan mundur. HMI Komisariat FISIP UMMU pun hadir sebagai salah satu motor penggerak untuk memastikan tradisi intelektual tetap hidup dan berkembang di lingkungan kampus.
Reporter : Rahmat Ikram











