PENGROYOKAN MISTERIUS DI PT IWIP: KORBAN ALAMI HIDUNG PATAH, PELAKU MASIH BURON*

Selasa, 8 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALTENG, newsline.id_ 8 Juli 2025 – Insiden pengroyokan misterius mengguncang lingkungan kerja PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Jetty 15, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Seorang pekerja bernama Aljan Lasaino, asal Morotai, menjadi korban penganiayaan brutal oleh dua pelaku tak dikenal, yang hingga kini masih dalam penyelidikan.

Kejadian tragis ini terjadi pada Selasa (8/7/2025) di area pencucian jalur keluar unit di Jetty 15. Menurut keterangan korban, saat sedang bekerja menyiram jalur, tiba-tiba sebuah unit truk Dutro berhenti di dekatnya. Dua orang pelaku turun dari truk dan memerintahkan Aljan untuk menghentikan pekerjaannya.

Tanpa peringatan, salah satu pelaku memukuli Aljan menggunakan helm kerja hingga korban tak sadarkan diri selama hampir empat jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya sedang menyiram jalur, tiba-tiba mereka datang dan langsung memukul saya dari belakang. Saya tidak tahu apa masalahnya,” ungkap Aljan saat sadar kembali di Klinik IWIP, tempat ia dirawat darurat. Akibat penganiayaan tersebut, Aljan mengalami hidung patah, kepala bengkak, dan luka memar serius. Klinik IWIP kemudian mengeluarkan surat rujukan ke RS Kota Ternate, namun korban memilih dirujuk ke Morotai untuk perawatan lebih lanjut bersama keluarganya.

Foto korban
Foto korban

Keluarga Tuntut Keadilan, CCTV Jadi Sorotan

Keluarga korban mendesak pihak perusahaan, khususnya manajemen pekerja asing yang mempekerjakan Aljan, untuk segera mengusut kasus ini. Mereka meminta rekaman CCTV di lokasi kejadian sebagai bukti kunci untuk mengidentifikasi pelaku. Namun, hingga kini, pihak Industrial Relations (IR) dan administrasi kerja PT IWIP belum dapat menunjukkan hasil rekaman tersebut, memicu kekecewaan keluarga.

Kalau ada CCTV, kenapa tidak ditunjukkan? Kami ingin pelaku segera ditangkap,” tegas salah seorang kerabat Aljan.

Menanggapi desakan ini, Tim Investigasi PT IWIP menyatakan telah memulai penyelidikan mendalam.

Kami sedang meninjau lokasi kejadian dan akan memeriksa rekaman CCTV untuk mendeteksi pelaku,” ujar seorang perwakilan tim investigasi.

Pengawas umum kerja juga disebut tengah berkoordinasi dengan tim untuk mempercepat proses penyelidikan.

*Harapan Korban dan Keluarga*

Aljan dan keluarganya berharap pimpinan PT IWIP dapat bertindak tegas menyelesaikan kasus ini secara adil. Mereka meminta pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku dan perusahaan memberikan kompensasi atas peristiwa yang terjadi saat korban sedang menjalankan tugas.

Kasus pengroyokan ini telah menimbulkan keresahan di kalangan pekerja PT IWIP. Masyarakat pun menantikan transparansi dari perusahaan terkait hasil investigasi dan penegakan hukum terhadap pelaku yang masih bebas berkeliaran.

Sementara itu, PT IWIP belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini hingga berita ini diturunkan. Pihak kepolisian setempat juga diharapkan segera turun tangan untuk mendukung investigasi dan membawa pelaku ke meja hijau.

Tim/Red

Berita Terkait

Di Samping Gereja Efata Lukulamo, Penginapan Wisma Tabalik Indah Jadi Sarang Prostitusi Online Warga Lukulamo Resah
Diduga Kepala Pasar Rakyat Weda Aba Dar Sering Mengganggu Warga, Dilaporkan Sudah Berulang Kali
Anggota DPRD Kabupaten Gelar Reses untuk Serap Aspirasi Masyarakat, Di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.
Santan Kelapa Pres di Desa Waibulan Menuju Usaha yang Lebih Luas dan Modern
Tragedi Kelam di Waibulan: Bocah 8 Tahun Jadi Korban Pencabulan, Polisi Diminta Segera Bertindak
Anak-Anak Desa Lelilef Woebulen Jadi Korban Abu Tambang PT IWIP: “Di Weda Sudah Bagus, Tapi Anak Kami yang Menderita”
Penyaluran Bantuan Insentif dan Gaji di Desa Nusliko Bertepatan dengan momen HUT Kabupaten Halmahera Tengah ke-35
DWP UNSUR Pelaksana BPKAD Tandatangani MoU dengan Puskesmas Kecamatan Weda
Berita ini 192 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:39

Di Samping Gereja Efata Lukulamo, Penginapan Wisma Tabalik Indah Jadi Sarang Prostitusi Online Warga Lukulamo Resah

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:29

Diduga Kepala Pasar Rakyat Weda Aba Dar Sering Mengganggu Warga, Dilaporkan Sudah Berulang Kali

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:07

Anggota DPRD Kabupaten Gelar Reses untuk Serap Aspirasi Masyarakat, Di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:37

Santan Kelapa Pres di Desa Waibulan Menuju Usaha yang Lebih Luas dan Modern

Sabtu, 22 November 2025 - 21:12

Tragedi Kelam di Waibulan: Bocah 8 Tahun Jadi Korban Pencabulan, Polisi Diminta Segera Bertindak

Berita Terbaru