Pesta Raya Silaturahmi: Keluarga Sula Bersatu Rayakan Hari Ulang Tahun Pertama di Lapangan Bola Lelilef Waibulen

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Tengah, newsline.id– Suasana keakraban dan kegembiraan menyelimuti Lapangan Bola Desa Lelilef Waibulen, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Ratusan warga asal Kepulauan Sula (pia Sua) yang bermukim di wilayah perantauan ini berkumpul untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) pertama Keluarga Sula Bersatu (KSB) pada 18 Oktober 2025 mendatang. Acara bertajuk “Mempererat Tali Silaturahmi dan Tingkatkan Pamatol, Mawalima, Menuju Sula Bersatu Yang Solid” ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tapi juga pengingat akan warisan leluhur yang menjunjung tinggi gotong royong dan harmoni antarwarga.

KSB, sebagai paguyuban primordial yang dibentuk pada 7 Oktober 2024, telah menjadi wadah bagi ratusan orang Sula yang mengadu nasib di Bumi Fagagoru (sebutan untuk Halmahera Tengah). Organisasi ini lahir dari kesadaran kolektif untuk menjaga tali silaturahmi, menyelesaikan masalah secara musyawarah, dan bersinergi dengan masyarakat setempat.

  • “Kami hadir untuk menyerap aspirasi basudara Sula di Weda, menyelesaikan segala masalah dengan solusi agar tidak timbul masalah baru, dan kami juga bersinergi dengan penduduk setempat serta pemangku kebijakan di sini sehingga tercipta harmonisasi,” ungkap Amin Jeldi Aufat, Ketua Umum KSB, dalam rilis pers jelang acara.

Puncak perayaan yang digelar di lapangan terbuka ini dirancang sebagai pesta rakyat yang meriah. Selain rangkaian kegiatan olahraga dan family gathering, acara akan dimeriahkan oleh penampilan tari-tarian tradisional Sula yang memukau, seperti Tari Pamatol dan Maksaira—simbol kearifan lokal yang mengajarkan nilai persatuan dan saling tolong-menolong. Tak ketinggalan, kehadiran penyanyi legendaris asal Kepulauan Sula, Loela Drakel, menjadi magnet utama. Dengan suara khasnya yang merdu dan lagu-lagu ikonik seperti “Anggur Merah” dan “Aku Ini Bukan Pintu”, Loela dijamin akan menghipnotis penonton, membangkitkan semangat nostalgia bagi generasi tua sekaligus menginspirasi anak muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Loela Drakel, yang namanya sudah dikenal luas di Maluku Utara dan bahkan Sulawesi Utara, bukan penyanyi sembarangan. Lahir dari rahim tanah Sula yang kaya nilai budaya, ia telah menjadi simbol perlawanan sunyi melalui balada-balada emosionalnya. Kariernya dimulai dari panggung kecil di Ternate pada era 1980-an, dan kini, di usia matangnya, ia tetap menjadi idola yang dirindukan. “Lagu-laguku lahir dari luka dan harapan rakyat Sula. Senang sekali bisa kembali ke tanah rantau dan bernyanyi untuk basudara,” kata Loela saat dikonfirmasi tim investigasi.

Ucapan selamat dari berbagai tokoh menambah kemeriahan acara ini. Salah satunya datang dari M. Afif Sangadji, S.S., Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang mencakup Halmahera Tengah (Halteng), Halmahera Timur (Haltim), serta Kota Tidore Kepulauan. Mewakili Partai Hanura yang berhasil meraih kursi di DPRD Malut, Afif menyampaikan pesan hangat melalui video ucapan yang akan ditayangkan di acara.

“Selamat Hari Ulang Tahun Keluarga Sula Bersatu yang jatuh pada 18 Oktober 2025. Semoga paguyuban ini terus menjadi perekat persaudaraan di tanah rantau, menjaga warisan leluhur seperti Pamatol dan Mawalima, serta berkontribusi bagi kemajuan Maluku Utara. Bersama kita wujudkan Sula yang solid dan sejahtera,” tegas Afif, yang dikenal sebagai wakil rakyat yang vokal memperjuangkan aspirasi masyarakat Dapil 3.

Afif Sangadji, yang terpilih dalam Pemilu 2024 dengan dukungan kuat dari basis massa di Halteng dan Haltim, menekankan pentingnya kerukunan primordial seperti KSB dalam membangun harmoni multietnis di Maluku Utara.

“Di tengah dinamika sosial yang kompleks, paguyuban seperti ini adalah benteng utama untuk mencegah konflik dan memupuk toleransi,” tambahnya.

Acara puncak ini juga menjadi momen refleksi bagi KSB yang telah menorehkan kiprah luar biasa dalam setahun terakhir. Dari bantuan sosial bagi warga Sula yang kesulitan hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah Halteng untuk program pemberdayaan, organisasi ini telah membuktikan peran strategisnya.

“Pasang surut organisasi kami lalui dengan semangat bersatu. Doa dan dukungan semua pihak kami harapkan untuk kesuksesan acara ini,” ujar Jeldi Aufat, yang kini menjadi ikon kepemimpinan muda di kalangan pia Sua.

Warga setempat pun antusias menyambut. “Ini bukan hanya pesta Sula, tapi pesta kita semua di Weda. Tari-tarian dan lagu Loela pasti bikin malam itu tak terlupakan,” kata Bapak Rahman, seorang warga asli Weda yang hadir sejak pagi untuk mempersiapkan stan makanan khas Sula.

Dengan tema yang menggugah, HUT KSB ini diharapkan menjadi katalisator bagi semangat “Dad Hia Ted Sua” (Bersatu Angkat Sula), motto yang telah menjadi DNA masyarakat Kepulauan Sula. Di tengah potensi alam Maluku Utara yang melimpah—dari pertambangan nikel di Halteng hingga pariwisata di Haltim—kerukunan seperti ini adalah kunci menuju kemakmuran bersama.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi panitia KSB melalui Amin Jeldi Aufat di nomor 0812-3456-7890. Acara terbuka untuk umum, dan undangan khusus disampaikan kepada seluruh basudara Sula di Dapil 3. Selamat berjuang, Sula Bersatu!

Berita Terkait

Di Samping Gereja Efata Lukulamo, Penginapan Wisma Tabalik Indah Jadi Sarang Prostitusi Online Warga Lukulamo Resah
Diduga Kepala Pasar Rakyat Weda Aba Dar Sering Mengganggu Warga, Dilaporkan Sudah Berulang Kali
Anggota DPRD Kabupaten Gelar Reses untuk Serap Aspirasi Masyarakat, Di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.
Santan Kelapa Pres di Desa Waibulan Menuju Usaha yang Lebih Luas dan Modern
Tragedi Kelam di Waibulan: Bocah 8 Tahun Jadi Korban Pencabulan, Polisi Diminta Segera Bertindak
Anak-Anak Desa Lelilef Woebulen Jadi Korban Abu Tambang PT IWIP: “Di Weda Sudah Bagus, Tapi Anak Kami yang Menderita”
Penyaluran Bantuan Insentif dan Gaji di Desa Nusliko Bertepatan dengan momen HUT Kabupaten Halmahera Tengah ke-35
DWP UNSUR Pelaksana BPKAD Tandatangani MoU dengan Puskesmas Kecamatan Weda
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:39

Di Samping Gereja Efata Lukulamo, Penginapan Wisma Tabalik Indah Jadi Sarang Prostitusi Online Warga Lukulamo Resah

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:29

Diduga Kepala Pasar Rakyat Weda Aba Dar Sering Mengganggu Warga, Dilaporkan Sudah Berulang Kali

Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:07

Anggota DPRD Kabupaten Gelar Reses untuk Serap Aspirasi Masyarakat, Di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:37

Santan Kelapa Pres di Desa Waibulan Menuju Usaha yang Lebih Luas dan Modern

Sabtu, 22 November 2025 - 21:12

Tragedi Kelam di Waibulan: Bocah 8 Tahun Jadi Korban Pencabulan, Polisi Diminta Segera Bertindak

Berita Terbaru

Halmahera Selatan

LSM-KANe Malut Kecam Dugaan Arogansi Penyidik Polsek Obi.

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:29