Halmahera Selatan — Insiden dugaan penghalangan tugas jurnalistik kembali mencuat di Kabupaten Halmahera Selatan. Seorang wartawan dari Trendhalsel.com biro Halmahera Tengah, Sudirman Jamal, angkat bicara terkait beredarnya video yang memperlihatkan aparat kepolisian diduga menghalangi kerja jurnalis saat meliput aksi demonstrasi warga Desa Silang di depan Kantor Polres Halmahera Selatan.
Dalam pernyataannya, Sudirman menyoroti tindakan aparat yang dianggap tidak mencerminkan profesionalisme serta berpotensi melanggar kebebasan pers. Ia menyebut, rekan seprofesinya, Suparman Hanafi selaku Pimpinan Redaksi Elevasimedia.com, mengalami langsung pembatasan saat menjalankan tugas peliputan di lokasi aksi.
“Wartawan itu dilindungi undang-undang. Kenapa harus takut? Justru aparat seharusnya memahami peran pers sebagai penyampai informasi kepada publik, bukan malah menghalangi,” tegas Sudirman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengkritik kinerja aparat kepolisian di wilayah Halmahera Selatan yang dinilai belum memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, fungsi pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang seharusnya menjadi tugas utama Polri belum dirasakan secara maksimal oleh warga.
“Selama ini apa hasil yang sudah diberikan kepada daerah? Tidak ada kontribusi positif yang signifikan. Yang terlihat justru pembatasan terhadap masyarakat dan mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi,” lanjutnya.
Lebih jauh, Sudirman menilai tindakan penghalangan terhadap wartawan merupakan bentuk kemunduran dalam demokrasi. Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam mengawal transparansi dan menyuarakan kepentingan publik.
Peristiwa ini pun menuai perhatian dari berbagai kalangan, terutama pegiat kebebasan pers yang menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kebebasan wartawan dalam menjalankan tugasnya tanpa intimidasi atau hambatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Halmahera Selatan terkait insiden tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa sinergi antara aparat keamanan dan insan pers sangat dibutuhkan demi menjaga iklim demokrasi yang sehat serta keterbukaan informasi bagi masyarakat.
Bung Diman












