KETUA LSM-KANe DESAK BUPATI HALSEL JANGAN DIAM! PENGHIANATAN DI DESA LOLEO MAKIN TERBUKA

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, 05/05/2026 Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri (LSM-KANe) Maluku Utara kembali angkat suara keras.

Ketua LSM-KANe Risal Sangaji mendesak Bupati Halmahera Selatan agar tidak tinggal diam atas dugaan penghianatan sistematis yang terjadi di Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan.

Kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa Loleo kini sudah menjadi atensi publik. Masyarakat menilai tindakan Kepala Desa Loleo, Edi Amus, bukan sekadar pelanggaran, tetapi sudah masuk kategori pengkhianatan terhadap rakyatnya sendiri. Dana desa yang seharusnya untuk kesejahteraan warga diduga justru dijadikan alat memperkaya diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih memprihatinkan lagi, sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan dinilai mencurigakan. Alih-alih bertindak tegas, Pemda justru terkesan bungkam dan membiarkan penderitaan rakyat berlangsung.

“Ini bukan lagi kelalaian, ini pembiaran! Jika benar ada praktik seperti ini dan dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah sedang dihancurkan dari dalam,” tegas pihak LSM-KANe.

LSM-KANe Risal Sangaji menyatakan akan mengawal kasus ini tanpa kompromi hingga ada tindakan nyata dari pemerintah daerah. Mereka menilai, kemiskinan yang terus dialami masyarakat Desa Loleo kini hanya menjadi tontonan tanpa solusi.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dugaan penghianatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2022 hingga 2025, namun tidak pernah mendapat perhatian serius dari Pemda.

 “Kami sudah berulang kali mengeluh, tapi tidak ada respon. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” ungkap warga tersebut.

Masyarakat kini mendesak Bupati Halmahera Selatan untuk tidak sekadar melihat, tetapi berani mengambil langkah tegas hingga ada efek jera.

Lebih jauh, muncul dugaan adanya “orang dalam” yang membekingi, yang jika benar, ini menjadi ancaman serius bagi integritas birokrasi di Halmahera Selatan.

LSM-KANe memperingatkan: jika pemerintah terus diam, maka ini bukan lagi soal desa — ini soal runtuhnya kepercayaan rakyat terhadap negara.

Berita Terkait

Harga Tanah Rp1.500 per Meter di Obi Timur Picu Kemarahan Warga, Kuasa Hukum: “Ini Penghinaan Terhadap Hak Masyarakat”
Dekat Ini inspektorat Audit Khusus Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Beri Apresiasi.
Anggaran Rp1 Miliar Lebih Dipertanyakan, Program Meteran Listrik Desa Soligi Baru Sentuh 100 Rumah
Oknum Polisi Syahjuan Joisangadji Alias SJ Diduga Terima Uang dalam Transaksi Lahan Saat Berseragam, Kuasa Hukum Alimusu Soroti Pelanggaran Berat
Bambang Joisangaji, SH Desak Polres Halsel Bertindak Tegas: “Periksa Kades Kawasi, Jangan Lindungi Siapapun!”
Wartawan Kecam Penghalangan Peliputan Demo di Polres Halmahera Selatan
IPMS Geruduk Polres Halsel: Empat Tuntutan Keras, Polisi Diminta Tak Lagi Diam”
UMKM Kawasi di Lingkar Tambang Disorot: Dampak Minim, Layanan Dasar Memprihatinkan
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:12

Harga Tanah Rp1.500 per Meter di Obi Timur Picu Kemarahan Warga, Kuasa Hukum: “Ini Penghinaan Terhadap Hak Masyarakat”

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:58

Dekat Ini inspektorat Audit Khusus Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Beri Apresiasi.

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:06

Oknum Polisi Syahjuan Joisangadji Alias SJ Diduga Terima Uang dalam Transaksi Lahan Saat Berseragam, Kuasa Hukum Alimusu Soroti Pelanggaran Berat

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:33

Bambang Joisangaji, SH Desak Polres Halsel Bertindak Tegas: “Periksa Kades Kawasi, Jangan Lindungi Siapapun!”

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:32

KETUA LSM-KANe DESAK BUPATI HALSEL JANGAN DIAM! PENGHIANATAN DI DESA LOLEO MAKIN TERBUKA

Berita Terbaru