UMKM Kawasi di Lingkar Tambang Disorot: Dampak Minim, Layanan Dasar Memprihatinkan

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA SELATAN — Harapan masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, terhadap geliat ekonomi dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan lingkar tambang kian memudar. Kehadiran industri pertambangan yang semestinya menjadi motor penggerak ekonomi lokal justru dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan warga.

Alih-alih berkembang sebagai penopang ekonomi masyarakat, UMKM di Kawasi disebut masih berjalan di tempat. Sejumlah warga menilai program pemberdayaan yang ada belum menyentuh kebutuhan riil di lapangan dan terkesan sebatas formalitas tanpa pendampingan berkelanjutan.

Di tengah stagnasi tersebut, persoalan layanan dasar justru menjadi beban utama. Listrik yang kerap padam, terutama pada siang hari, menjadi keluhan dominan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung pada pelaku UMKM yang sangat bergantung pada pasokan energi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau listrik sering mati di siang hari, kami tidak bisa produksi. Ini jelas merugikan usaha kecil seperti kami,” ujar salah satu pelaku UMKM.

Selain itu, krisis air bersih turut memperparah keadaan. Distribusi air yang tidak menentu—kadang mengalir, namun lebih sering terhenti tanpa kepastian—membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Ironisnya, kondisi tersebut terjadi di wilayah yang berada di sekitar aktivitas industri berskala besar. Warga pun mempertanyakan komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial (CSR), khususnya dalam pemberdayaan ekonomi dan pemenuhan layanan dasar masyarakat lingkar tambang.

“Kami hidup berdampingan dengan perusahaan besar, tapi fasilitas dasar saja masih sulit. Ini menunjukkan perusahaan belum benar-benar peduli,” ungkap seorang warga.

Sejumlah tokoh masyarakat mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan perusahaan, terutama program yang berkaitan dengan kesejahteraan warga lokal. Mereka menegaskan bahwa keberadaan tambang tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Jangan sampai tambang hanya memberi manfaat bagi perusahaan, sementara masyarakat sekitar tetap tertinggal. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Tak hanya perusahaan, pemerintah daerah juga diminta untuk lebih aktif melakukan pengawasan serta mengambil langkah konkret dalam memperbaiki layanan dasar seperti listrik dan air bersih yang hingga kini belum tertangani secara optimal.

Masyarakat Desa Kawasi mendesak solusi nyata dan berkelanjutan, termasuk penguatan UMKM yang didukung infrastruktur memadai agar mampu meningkatkan taraf hidup warga. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kekecewaan yang kian menumpuk dikhawatirkan dapat memicu ketegangan sosial.

Kawasi, yang seharusnya menjadi contoh kemajuan wilayah lingkar tambang, kini justru menghadapi ironi pembangunan yang belum sepenuhnya berpihak pada masyarakatnya.

Tim/red

 

 

Berita Terkait

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  
Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik
Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir
Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara
Audit Khusus Dana Desa Loleo, Kades dan Sekdes Absen karena Alasan Sakit, LSM-KANe Malut Soroti Kejanggalan
LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan
Kepala Desa Nyonyifi Bantah Tuduhan dalam Pemberitaan, Sebut Tidak Pernah Dikonfirmasi Sebelum Dipublikasikan
Kegiatan Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Satria Mandiri Desa Balita Angkatan XV
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:40

LSM KANe: Kades Loleo Edi Amus Tinggalkan Tugas 8 Bulan, Pemda Halsel Diminta Jangan Tutup Mata!  

Senin, 29 Juni 2026 - 21:10

Tiang Listrik atau Batang Pohon? Penampakan di Jalan menuju Desa Suma Tinggi Tuai Perhatian Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 18:31

Klarifikasi Kapus Lelilef Terkait Pemberitaan Operasional Ambulans: Pelayanan Tetap Berjalan, Kendala Utama Keterbatasan Tenaga Sopir

Senin, 29 Juni 2026 - 18:09

Diduga Terjadi Penyalahgunaan Dana Desa Loleo, LSM-KANe Malut Desak Kejaksaan Proses Hukum Kepala Desa dan Bendahara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:18

LSM-KANe Malut Desak Inspektorat Segera Serahkan Hasil Audit Dana Desa Loleo ke Kejaksaan

Berita Terbaru