IPMS Geruduk Polres Halsel: Empat Tuntutan Keras, Polisi Diminta Tak Lagi Diam”

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL, — Gelombang desakan terhadap aparat penegak hukum kembali mencuat. Ikatan Pelajar Mahasiswa Silang (IPMS) menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Resor Halmahera Selatan (Polres Halsel), Senin (04/05), menuntut transparansi dan keseriusan dalam penanganan sejumlah kasus yang dilaporkan warga Desa Silang.

Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan publik atas proses hukum yang dinilai berjalan lamban dan tidak memberikan kepastian. Massa aksi secara tegas menyoroti tiga perkara utama yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan, yakni dugaan tindak pidana penghasutan, pengancaman, dan penganiayaan.

Dalam orasinya, Ketua IPMS, Ilham Rowo, menegaskan bahwa kondisi tersebut telah memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Ia juga menyinggung adanya dugaan ketimpangan penanganan perkara antara Desa Silang dan Desa Liaro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika merujuk pada asas keadilan dan kausalitas, seharusnya tidak ada perbedaan perlakuan. Semua kasus harus diproses secara proporsional dan transparan,” tegas Ilham di hadapan massa aksi.

Nada serupa juga disampaikan oleh orator lainnya, Sumitro H. Komdam. Ia mengkritik keras fenomena penegakan hukum yang dinilai kerap bergantung pada viralitas sebuah kasus di ruang publik.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ketika sebuah kasus viral. Ini mencederai prinsip keadilan. Penegakan hukum harus berdiri di atas independensi, bukan tekanan,” ujarnya lantang.

Dalam aksi tersebut, IPMS bersama pemuda Desa Silang menyampaikan empat tuntutan utama kepada Kapolres Halmahera Selatan:

  • Mendesak segera dilakukan penangkapan terhadap pelaku penganiayaan, pengancaman, dan penghasutan.
  • Meminta tindakan tegas terhadap pelaku penyerangan terhadap warga Desa Silang.
  • Mendesak penangkapan terhadap terduga berinisial Taslim (Tas), yang disebut sebagai aktor dalam peristiwa penyerangan.
  • Meminta pemeriksaan terhadap oknum penyidik yang diduga melakukan intimidasi terhadap warga bernama Satriman.

IPMS menegaskan, aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan bentuk kepedulian terhadap tegaknya supremasi hukum yang adil dan tidak memihak. Mereka juga memberikan ultimatum kepada pihak kepolisian agar segera menunjukkan langkah konkret dalam menuntaskan kasus-kasus tersebut.

“Kami akan terus mengawal proses ini sampai ada kejelasan hukum. Keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu, apa pun risikonya,” ujar salah satu perwakilan massa.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan relatif tertib. Meski demikian, tekanan moral yang disampaikan massa menjadi sinyal kuat bahwa publik menuntut akuntabilitas dan transparansi yang lebih dari aparat penegak hukum.

Dengan mengusung prinsip fiat justitia ruat caelum—keadilan harus ditegakkan meski langit runtuh—IPMS memastikan perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Desa Silang.

Berita Terkait

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*
Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan
LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha
Masyarakat Desa Loleo Pertanyakan Anggaran Masjid Ratusan Juta, “Uangnya ke Mana
SEKRETARIS LSM KANe PERTANYAKAN TUGAS PENGAWASAN: BERAPA BANYAK ANGGARAN DANA DESA YANG BERHASIL DISELAMATKAN INSPEKTORAT? KADES LOLEO EDI AMUS DIDUGA SALAHGUNAKAN DANA HINGGA RATUSAN JUTA SAMPAI MILIAR, JADI TANTANGAN BESAR
Ketua LSM-KANe Bantah Pemberitaan Sebelumnya Terkait Dugaan Pemajakan Penambang Lokal oleh Sadam Hadi
Berita ini 256 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:50

USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:23

Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:38

Puskesmas Wayaua Disorot, Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:04

IPTU Sukardi Sain Tegaskan Kasus Kepsek SDN 84 Halsel Segera Naik Penyidikan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:56

LSM-KANe Akan Laporkan Tiga Kepala Desa ke Kejaksaan Negeri Labuha

Berita Terbaru