Ternate, newsline.id—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Maluku Utara. Peringatan ini berlaku selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 November 2025, pukul 09.00 WIT.
BMKG memperingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta gelombang laut tinggi mencapai 2 meter di sejumlah wilayah perairan Maluku Utara.
Petugas prakirawan Muhammad Fauzi Bintang S.Tr. dari BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate menyampaikan, kondisi cuaca tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan perairan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Kepulauan Sula, dan Kota Ternate.
Sementara itu, wilayah perairan yang diperkirakan mengalami gelombang tinggi antara lain Perairan Morotai, Perairan Ternate–Batang Dua, Perairan Loloda, dan Laut Halmahera.
Informasi yang diperoleh Newsline.id dari Info BMKG Maluku Utara. Menurut BMKG, kondisi ini dipicu oleh terbentuknya Siklon Tropis FUNG-WONG di sekitar Laut Filipina Utara, yang menyebabkan pertemuan massa udara di wilayah Maluku Utara. Fenomena ini meningkatkan potensi pembentukan awan hujan dan kecepatan angin di beberapa daerah.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi nelayan, pengguna jasa transportasi laut, dan warga pesisir.
Untuk pembaruan informasi cuaca, masyarakat dapat mengakses melalui situs resmi BMKG.
Penulis: Ikbal











