Ternate, newsline.id___Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme personel dalam bidang laboratorium forensik, Bidang Laboratorium Forensik (BIDLABFOR) Polda Sulawesi Utara menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic Tahun Anggaran 2025 di wilayah hukum Polda Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Muara, Kota Ternate, pada Rabu (12/11/2025).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidlabfor Polda Sulut, AKBP Hartanto Bisma S. T., M. Pd, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas teknis penyidik dan personel terkait dalam pengolahan serta analisis barang bukti di lapangan.
“Melalui coaching clinic ini, kami ingin memastikan setiap personel memiliki kemampuan teknis dan prosedural yang sesuai dengan standar forensik modern, sehingga hasil pemeriksaan dapat lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujar AKBP Hartanto Bisma,S.T., M. Pd.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peserta kegiatan terdiri atas perwakilan dari berbagai satuan fungsi Reskrim, Intelkam, dan Bidpropam di jajaran Polda Maluku Utara serta Polres jajaran. Materi yang diberikan meliputi pengenalan teknik olah TKP berbasis ilmiah, pengelolaan barang bukti digital, identifikasi forensik, serta analisis laboratorium forensik yang sesuai dengan perkembangan teknologi terkini.
Selain sesi paparan, kegiatan juga diisi dengan simulasi langsung di lapangan yang melibatkan tim teknis Bidlabfor Polda Sulut bersama peserta, guna meningkatkan kemampuan praktis dalam penerapan metode ilmiah di tempat kejadian perkara (TKP).
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S. I. K., M. H, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap sinergi antarpolda ini dapat terus ditingkatkan.
“Kami berterima kasih kepada Bidlabfor Polda Sulut atas inisiatif dan dukungannya dalam membina kemampuan teknis personel kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menunjang kualitas penyidikan di wilayah Maluku Utara,” ujarnya.
Kegiatan Coaching Clinic Bidlabfor Polda Sulut T.A. 2025 ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan profesionalisme Polri yang presisi, khususnya di bidang forensik dan pembuktian ilmiah dalam proses penyidikan perkara.
(O, sangaji)












