Camat Gane Timur Selatan (GANE LUAR) Rusmala Mustakim Diterpa Badai Skandal: TTP 8 Bulan Tak Dibayar, Pinjam Uang Pegawai Tak Kembali, dan Kabur dari Tugas

Selasa, 17 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Halmahera Selatan, newsline.id – Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, kini menjadi sorotan tajam publik akibat ulah Camat Rusmala Mustakim yang dinilai gagal total menjalankan tugasnya. Laporan pegawai yang mencuat ke media mengungkap serangkaian skandal memalukan: tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TTP) tertahan selama delapan bulan, gaji honorer terbengkalai, pinjaman pribadi kepada pegawai tak kunjung dilunasi, hingga absennya sang Camat dari kantor yang menghambat pelayanan publik. Rusmala Mustakim kini berada di ujung tanduk, dengan masyarakat dan pegawai menuntut pencopotan segera!

TTP dan Gaji Honorer Tertahan: Pegawai Menjerit

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak Januari 2025, pegawai Kantor Camat Gane Timur Selatan mengaku hidup dalam ketidakpastian finansial akibat TTP yang tak kunjung dibayarkan. Gaji honorer pun ikut tertunda tanpa alasan jelas.

 

“Delapan bulan kami menanti hak kami, tapi Camat seolah tak peduli. Kami harus menafkahi keluarga, tapi Rusmala malah membiarkan kami dalam kesulitan,” ungkap seorang pegawai dengan nada kesal, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena takut akan tekanan.

Pinjaman Pribadi yang Mengguncang Kepercayaan

Skandal tak berhenti di situ. Rusmala Mustakim diduga meminjam uang dari pegawai untuk keperluan pribadi, namun hingga kini tak ada tanda-tanda pengembalian. “Kami meminjamkan uang karena percaya pada Camat, tapi sekarang kami merasa dikhianati. Ini bukan lagi soal uang, tapi soal integritas!” tegas seorang pegawai lain.

Tindakan ini memicu kemarahan, karena Rusmala dianggap menyalahgunakan wewenang dan kepercayaan bawahannya.

Camat “BURUK”: Jarang di Kantor, Pelayanan Ambruk

Kritik pedas juga datang dari minimnya kehadiran Rusmala di kantor. Warga Gane Timur Tengah mengeluh sulit menemui Camat untuk menyelesaikan urusan penting, mulai dari administrasi hingga kebutuhan mendesak lainnya. “Kantor Camat seperti rumah kosong! Rusmala lebih sering tak ada daripada hadir. Pelayanan publik jadi kacau, masyarakat kecewa berat,” ujar seorang pegawai.

Absennya Rusmala dinilai sebagai bukti nyata ketidakpedulian terhadap tanggung jawabnya sebagai pemimpin kecamatan.

Tuntutan Pencopotan Menggema: Bupati Diminta Bertindak

Amarah masyarakat kini memuncak. Warga Gane Timur Selatan secara terbuka menuntut Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, untuk segera mencopot Rusmala Mustakim dari jabatannya. “Kami muak dengan kinerja Camat yang tak punya rasa malu ini! Bupati harus bertindak sekarang, atau kami akan terus bersuara lebih keras!” tegas seorang warga. Tuntutan ini bukan sekadar permintaan, melainkan ultimatum agar pemerintahan kecamatan kembali berjalan dengan baik.

Rusmala Bungkam, Publik Menanti Sikap Bupati

Hingga berita ini diturunkan, Rusmala Mustakim memilih bungkam, tak memberikan tanggapan atas tuduhan yang menimpanya. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, sorotan publik kini tertuju pada Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba. Akankah Rusmala dibiarkan bertahan di tengah badai skandal ini, atau bupati akan mendengar jeritan masyarakat?

Satu hal pasti: setiap langkah Rusmala kini diawasi ketat, dan jabatannya berada di ujung jurang. Waktu untuk membuktikan integritasnya semakin menipis—atau akankah dia memilih lari dari tanggung jawab seperti yang dituduhkan?

*Publik menanti, Rusmala!Jangan sembunyi dari kebenaran!*

 

TIM/ RED

Berita Terkait

Keadilan Hanya Menjadi Barang Sukar Ketika Hukum Ditegakkan Pada yang Bayar
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Loleo, LSM-KANe Nilai Inspektorat Hanya Jadi Penonton  
LSM-KANe Desak Polres Halsel Evaluasi Oknum Penyidik Polsek Obi Terkait Dugaan Tindakan Premanisme
Pancasila di Tanah Obi: Antara Harapan dan Realitas
pernyataan organisasi:Azwar Abubakar: LSM-KANe Malut Akan Gelar Aksi di Polsek Obi
POLRES HALMAHERA SELATAN SAMPAIKAN HAK JAWAB TERKAIT PEMBERITAAN DUGAAN AROGANSI PENYIDIK POLSEK OBI
ASN BPKAD Halmahera Selatan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan Wartawan
LSM-KANe Malut Kecam Dugaan Arogansi Penyidik Polsek Obi.
Berita ini 300 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:09

Keadilan Hanya Menjadi Barang Sukar Ketika Hukum Ditegakkan Pada yang Bayar

Senin, 1 Juni 2026 - 17:49

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Loleo, LSM-KANe Nilai Inspektorat Hanya Jadi Penonton  

Senin, 1 Juni 2026 - 16:25

LSM-KANe Desak Polres Halsel Evaluasi Oknum Penyidik Polsek Obi Terkait Dugaan Tindakan Premanisme

Senin, 1 Juni 2026 - 09:30

pernyataan organisasi:Azwar Abubakar: LSM-KANe Malut Akan Gelar Aksi di Polsek Obi

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:43

POLRES HALMAHERA SELATAN SAMPAIKAN HAK JAWAB TERKAIT PEMBERITAAN DUGAAN AROGANSI PENYIDIK POLSEK OBI

Berita Terbaru