Krisis RS Pratama Bisui: Fasilitas Rusak Parah, Direktur Disorot, Warga Tuntut Bupati Bertindak

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel newsline.id_Rumah Sakit (RS) Pratama di Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, kini berada dalam kondisi memprihatinkan akibat kerusakan parah dan pengelolaan yang dinilai buruk. Bangunan rumah sakit mengalami kerusakan signifikan, termasuk atap yang bocor, plafon ambruk, dinding retak, serta halaman yang ditumbuhi semak belukar.

Sejumlah fasilitas kesehatan vital juga tidak berfungsi, menyebabkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat terhambat. Kondisi ini memicu kemarahan warga, yang menuding Direktur RS Pratama Bisui, Dr. Elisabeth Bernadete, bersikap acuh tak acuh.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan fasilitas telah berlangsung lama tanpa perbaikan memadai. Hal ini membuat banyak pasien memilih berobat ke tempat lain karena merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan mereka. Seorang tokoh pemuda Desa Bisui mengungkapkan kekecewaannya,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rumah sakit ini seharusnya jadi harapan masyarakat untuk pelayanan kesehatan yang cepat dan layak, tapi kenyataannya terbengkalai. Direktur terkesan tutup mata. Kami minta Bupati segera copot direktur yang tidak bertanggung jawab!” tegasnya pada Selasa, 9 Juli 2025.

Foto rumah Sakit pratama bisui
Foto Rumah sakit pratama bisui

Tokoh masyarakat setempat juga menyuarakan keprihatinan serupa, menyebut RS Pratama Bisui sudah tidak layak disebut fasilitas kesehatan. “Pemerintah daerah harus segera turun tangan. Jika dibiarkan, kerusakan akan semakin parah. Lebih baik ditutup kalau tidak bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.
Menanggapi kritik tersebut, Dr. Elisabeth Bernadete, Direktur RS Pratama Bisui, menyatakan bahwa anggaran untuk perbaikan sarana dan prasarana berada di bawah kendali Dinas Kesehatan sebagai Pengguna Anggaran, bukan bagian dari anggaran operasional rutin rumah sakit. Ia juga menegaskan bahwa isu gaji tenaga kesehatan (nakes) sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Pernyataan ini disampaikan pada 9 Juli 2025, namun tidak meredakan kekecewaan warga.

Warga mendesak Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk mengevaluasi atau mencopot Dr. Elisabeth dari jabatannya, yang mereka nilai gagal mengelola rumah sakit. Mereka juga menuntut alokasi anggaran segera untuk memperbaiki fasilitas agar RS Pratama dapat kembali berfungsi optimal.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari bupati atau Dinas Kesehatan terkait rencana perbaikan atau evaluasi pengelolaan rumah sakit.
Kondisi RS Pratama Bisui mencerminkan tantangan besar dalam penyediaan layanan kesehatan di daerah terpencil. Tanpa intervensi cepat dan terkoordinasi dari pemerintah daerah, harapan masyarakat Bisui untuk mendapatkan akses kesehatan yang layak tampaknya akan semakin sulit terwujud. Masyarakat kini menanti tindakan konkret dari bupati untuk mengatasi krisis ini, baik melalui perbaikan fasilitas maupun reformasi pengelolaan rumah sakit.

Tim/Red

 

Berita Terkait

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti
Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS
PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan
Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah
Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan
TIDORE MEMANGGIL! GENERASI MUDA SULTAN NUKU GUGAT 81 TAHUN PERJALANAN NEGARA — REFERENDUM, FEDERALISME, DAN KEDAULATAN RAKYAT DISERUKAN
USAHAH TELAH PRES DI RORIBATI DIDUGA AMBIL MATERIAL DI KALI OBA TANPA IZIN — MAS KENTIL DIDUGA TERLIBAT, HARAP TINDAKAN TEGAS*
Puskesmas Wayaua Disorot,Warga Pertanyakan Kesiapsiagaan Petugas Sif Malam Saat Kondisi Darurat
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:09

Kapolri Mutasi Pejabat di Polda Maluku Utara, Wakapolda hingga Dir Reskrimsus Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:40

Masyarakat Desa Lelewi Apresiasi Kinerja Kepala Desa, 14 Rumah Terima Bantuan Rehabilitasi BSPS

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:13

PS Mekarsari Juara Dodaga Cup I, Ketua KONI Haltim Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:54

Sampah Berserakan di Jalan Lintas Provinsi Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:34

Diduga Tak Kantongi Izin Sah, UD Pratama Mebel di Garoju Disorot, Polda Malut Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru