TERNATE, newline.id— Suasana SDN 65 Kelurahan Jambula, Kota Ternate, Kamis (6/11/2025), mendadak berubah mencekam. Puluhan siswa dari kelas 1 hingga 6 diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program “Dapur Sehat” sekolah.
Sekitar pukul 09.00 WIT, sejumlah siswa tiba-tiba mengeluh mual, pusing, dan muntah hebat setelah mengonsumsi nasi dan lauk pauk yang disajikan melalui program pemberian makanan bergizi gratis (PMBG). Orang tua yang mengetahui kejadian itu berlarian ke sekolah, sementara guru dan petugas medis berupaya memberi pertolongan pertama.
“Anak saya yang biasanya ceria tiba-tiba pucat dan mengeluh perutnya sakit luar biasa,” tutur seorang wali murid yang menunggu cemas di depan gerbang sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim medis darurat segera dikerahkan. Belasan siswa dengan kondisi berat dilarikan ke RSUD Chasan Buchorie Ternate untuk penanganan intensif, sementara siswa dengan gejala ringan dirawat di Puskesmas Jambula. Hingga sore hari, kondisi para korban dilaporkan stabil, meski beberapa masih dalam observasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate dr. Hasanuddin mengonfirmasi dugaan kuat adanya kontaminasi makanan. “Kami menduga ada bakteri atau bahan makanan yang tidak layak konsumsi dari dapur sekolah. Sampel makanan dan air sudah kami ambil untuk diuji laboratorium. Tim kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk investigasi menyeluruh,” ujarnya.
Belum ada korban jiwa, namun peristiwa ini memicu kekhawatiran publik atas keamanan program makanan bergizi gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah. Program “Dapur Sehat” yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi dan mencegah stunting, kini disorot karena dugaan lemahnya pengawasan higienis, pelatihan juru masak, serta kualitas rantai pasok bahan makanan.
“Ini bukan pertama kalinya kasus seperti ini terjadi. Pemerintah harus melakukan evaluasi total. Jangan sampai anak-anak jadi korban dari sistem yang lalai,” tegas Pemimpin Redaksi Newsline.id.
Menanggapi insiden tersebut, Wali Kota Ternate Ali Anwar melalui juru bicaranya menyampaikan keprihatinan mendalam dan menegaskan akan membentuk tim audit khusus untuk memeriksa seluruh dapur sekolah di wilayahnya.
“Kami tidak akan tutup mata. Program ini untuk kesejahteraan anak, bukan untuk dibuat main-main. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk sanksi bagi pihak yang terbukti lalai,” ujarnya.
Hingga kini, tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan terus melakukan penyelidikan. Pemerintah Kota Ternate juga berjanji menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa hingga sembuh total.
Newsline.id akan terus memantau perkembangan kasus ini. Semoga para siswa segera pulih dan kejadian serupa tidak lagi terulang di masa depan.
Reporter: Ikbal K.
Penulis : Ikbal
Editor : JHULFHAN












