Ternate, Newsline.id. Ada Pro kontra terhadap kenerja Gubernur Sherly atau saya sebut Cinderella di seratus hari kerjannya, sebagian menilai bahwa sherly punya kerja nyata demi perubahan di Negeri Rempah Maluku Utara tanpa menyebut negeri para Raja raja ( Al Mulk)
Seorang akadimisi Sahib Munawwar. S. Pd, I. M.Pd. Menjelaskan berbagai perubahan dilakukan Sherly dan wakilnya untuk membangun Provinsi Maluku Utara yang dinilai baik. Dengan potret seperti Pemberian Dana BOSDA Beasiswa oleh kepemimpinan Sherly dan mencabut seluruh pungutan uang komite bagi SMA, SMK dan SLB Negeri.” Ungkap pada Selasa, 17/6/2025
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sherly juga mengalokasikan anggaran 34 miliar untuk program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).Proyek pembangunan dua rumah sakit di Bobong Pulau Talibu dan Maba di Halmahera Utara.
Lebih lanjut, Sherly melakukan peletakan batu pertama pembangunan peningkatan kelas RSUD Bobong dan RSUD Maba. Merespons bencana jembatan di Halmahera Utara dan Halmahera Barat pada 24/25 April 2025 yang lalu. Pemprov Malut sherly yang notabene mengalokasikan total Rp 7,3 miliar dari dana BTT untuk penanganan darurat renovasi jembatan Dll.
Sahib Munawwar, menyatakan bahwa dari alasan diatas yang dinilai Baik oleh sebagian rakyat Maluku Utara terhadap kenerja Gubernur sendirilah ini. Meskipun itu dinilai Baik atas kerjanya, tapi harus dipandang negatif atau lebih vulgarnya amburadul, sebab Menilai itu bukan dari hulurnya tapi hilirnya juga penting bahwa kenerja Gubernur yang dinilai Baik hanyalah pencitraan dan tontonan kepada masyarakat malut.” Ujarnya
Terus Sahib Munawwar. S.Pd, I. M.Pd, memaparkan gubernur Malut, Sherly sudah sejak awal mulai dari masa kampanye dan dilantiknya sebagai Gubernur, sudah ada niat, niatnya hanya menjual kesedihan atas kematian suaminya serta pamer untuk tampil di mensos serta tiktok supaya dinilai sebagai Gubernur terbaik, meskipun begitu, kita tidak mudah tergiur dan Baperan. Sebab yang dia lakukan itu adalah sudah menjadi tugas seorang pemimpin dan bukan sebagai ibu rumah tangga, maaf sebab sherly sekarang bukan dulu yang mempunyai pendamping untuk membuat tangga dan Tidak perlu juga di puji.” Kata Sahib Munawwar
Dibalik kenerja Gubernur sherly yang dianggap oleh sebagian rakyat Maluku Utara adalah Baik, tapi ada juga hal buruk yang itu menutup mata untuk melihatnya.
Kemudian dalam sesi buruk sherly terhadap janji palsunya, komitmen untuk reboisasi terhadap kerusakan lingkungan di Teluk Weda dan Teluk Buli terhadap beroperasinya tambang nikel serta berjanji akan mengambil langkah konkret.” Jelasnya
“Janji hanya jadi bualan doang, krisis ekologi dan sosial yang dihadapi warga Maba sangaji akibat beroperasinya tambang dan industri nikel, hal ini sengaja dihindari oleh sherly selaku gubernur Maluku Utara
Pasalnya Sherly juga diduga sebagai pemilik dari sejumlah perusahaan tambang di Gebe PT Wijaya karya telah menyerobot lahan warga dan malah perpanjang izin operasi oleh kementerian ESDM , Pulau Obi Desa Wooiii Kab Hal-sel. PT Bela sarana Permai yang mencakup seluruh pemukiman warga dll.
Sahib Munawwar kembali menjelaskan lebih panjang selain itu sherly juga mengabaikan kondisi bangunan kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara yang bertempat di Sofifi yang tidak terurus bahkan dibiarkan terbengkalai, ironinya lagi setiap pertemuan rapat rapat daerah itu bertempat di Hotel Sahid Bella yang juga kepunyaan sherly sebagai gubernur, ini artinya untuk pemasukan modal kalau setiap rapat harus di hotel milik pribadi sherly itu sendiri.” Ucap Sahib
Bahwa Seratus hari kerja Sherly si monster yang berwajah Cinderella, bukan hanya pintar mengelabui hati rakyat tapi juga pintar ingkar janji, sebuah penghianatan terhadap komitmen pelestarian lingkungan dan hak rakyat, serta mengabaikan proses tahan 11 warga Maba sangaji yang ditahan oleh pihak kepolisian. Kebijakan yang dikeluarkan, serta tindakan yang dibiarkan itu hanya memperkuatkan posisi korporasi dan elite politik borjuis di pusat pemerintahan dan menindas rakyat secara halus untuk lebih memperdalam krisis sosial ekologis di Maluku Utara Negerinya parah Raja raja ( Al-Mulk).
Sikap gubernur Cinderella ini terlalu egosentrisme dan mengabaikan kepentingan umum , sangat tendesius terhadap tindakan yang itu meresahkan rakyat Maluku Utara sebagian, terutama hak masyarakat Maba sangaji.
Manusia dan kepentingannya dianggap menjadi hal yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan kebijakan yang akan diambil terkait dengan alam.
Hemat saya bahwa Konsekuensi dari antrophosentrisme adalah bahwa nilai dan prinsip moral hanya berlaku bagi manusia, etika hanya untuk manusia dan Hampir tak terbantahkan oleh nalar antroposentrisme merupakan penyebab utama munculnya krisis lingkungan. Nilai tertinggi dan paling menentukan dalam tatanan ekosistem adalah manusia dan kepentingannya.
Saya meminjam apa yang Franz Magnis-Suseno bilang bahwa cara manusia modern menghadapi alam bersifat teknokratik yakni menempatkan alam sebagai objek yang harus dikuasai dan diambil manfaatnya. Tidak pelak, krisis lingkungan pun sulit terhindarkan karena alam tidak mampu lagi berdaya menahan gempuran keserakahan manusia.
Menurut Freitjof Capra bahwa Antroposentrisme adalah segala sesuatu yang ada di alam ini memiliki nilai dan harus diperhatikan dengan catatan jika segala sesuatu itu menunjang dan dapat memenuhi kepentingan manusia.
menurut Capra juga jika pandangan ini terus digunakan, maka pengabaian terhadap lingkungan akan terus terjadi. Paradigma mekanistis telah menyebabkan masyarakat arogan dan menjadikan lingkungan sebagai objek yang harus dikuasai.
Sementara biosentrisme memperluas pemberlakuan etika bagi seluruh komunitas biotis, bukan hanya bagi manusia. Menurut teori ini, setiap kehidupan di bumi dipandang bernilai pada dirinya. Sehingga mempunyai nilai moral yang sama, terlepas dari perhitungan untung rugi bagi kepentingan manusia
Aldo leopold seorang tokoh ekologi yang mengembangkan teori Etika Tanah
Leopold ia mengkritisi bahwa kebudayaan manusia yang terlampau mendahulukan kepentingan dan kebutuhanya tanpa mempertimbangkan alam
Leopold mengalihkan konsentrasi dalam pembahasan etika lingkungan yang cenderung simbiosi antara manusia dan alam, menjadi lebih memprioritaskan alam
Beberapa pemikir sosial politik yang secara relatif membahas persoalan tindakan manusia dan eksploitasi alam, seperti Sigmund Frued misalnya, seorang psikoanalisis yang telah melakukan tinjauan terhadap isu-isu sosial dan lingkungan.” Paparanya
Lalu Sahib memaparkan Freud berpendapat bahwa atas nama kemanusiaan telah muncul sikap solidaritas massif untuk kemudian mengatakan bahwa, alam merupakan musuh bersama manusia yang harus ditunddukkan. Dengan pendapat demikian, cukup alasan untuk menunddukan alam.” Tuturnya
Senada dengan Frued, Marcuse seorang Tokoh Mazhab Frankfurt dalam karyanya One Dimensional Man secara eksplisit menegaskan bahwa, Dominasi terhadap Alam terkait dengan dominasi sesama manusia, hal ini terjadi karena manusia dan alam dilihat sebagai komoditas dan nilai tukar. Sehingga dehumanisasi tidak dapat terhindarkan, begitu pula dengan eksploitasi terhadap alam seperti halnya terjadi di Halmahera Halten dan Pulau Obi Halmahera selatan provinsi Maluku Utara.
Salah satu pemikir Muslim yang memberikan perhatian serius dalam masalah etika lingkungan yakni dialah Sayyed Hosein Nashr.
Nashr mengajak agar manusia kembali ke akar spiritualnya: dia harus kembali kepada kesucian dirinya dengan Tuhan dan Alam. Lingkungan merupakan lahan ibadah yang masih ditelantarkan oleh Muslim.” Tutup Sahib Munawwar. S.Pd,I.M.Pd











