KOTA TERNATE, Newslid.id – SMP Al Irsyad di Kota Ternate, Maluku Utara, tengah menghadapi tantangan serius terkait biaya pendidikan yang masih membebani orang tua siswa. Kondisi ini menjadi sorotan dan mendesak perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk memastikan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas bagi semua anak.
Kepala Sekolah SMP Al Irsyad, Fauji S. Ag, dalam pernyataannya kepada media pada 3 Juni 2025, mengungkapkan bahwa beban biaya pendidikan, seperti uang komite sekolah, buku paket, laporan, partisipasi, hingga gaji guru honorer, masih ditanggung oleh orang tua siswa.
“Pendanaan BOSDA yang ada sangat terbatas dan tidak mampu menutupi kebutuhan riil sekolah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akar masalah ini mengancam pemerataan akses pendidikan dan kualitas pembelajaran di SMP Al Irsyad. Beberapa faktor diduga menjadi penyebab. Anggaran pendidikan dari Pemerintah Kota Ternate kemungkinan belum memadai untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Selain itu, pengelolaan anggaran di internal sekolah juga perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan efisiensi dan transparansi. Untuk mengatasi persoalan ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara didesak melakukan investigasi menyeluruh terhadap keuangan SMP Al Irsyad.
Langkah ini mencakup pemeriksaan alokasi anggaran, sumber pendanaan, dan pola pengelolaannya. Hasil investigasi dapat menjadi dasar untuk mengalokasikan dana tambahan, meningkatkan transparansi keuangan sekolah, atau memberikan pelatihan manajemen keuangan kepada pihak sekolah.Lebih jauh, Fauji menyarankan agar Gubernur Maluku Utara mempertimbangkan kebijakan pendidikan gratis untuk sekolah swasta di tingkat SD dan SMP. Program bantuan khusus bagi siswa kurang mampu juga dinilai penting untuk memastikan mereka tetap dapat mengakses pendidikan berkualitas di SMP Al Irsyad tanpa terkendala biaya.Tantangan biaya pendidikan di SMP Al Irsyad bukan sekadar masalah lokal, melainkan cerminan kebutuhan mendesak akan intervensi pemerintah yang cepat dan tepat.
Langkah komprehensif dari Pemprov Maluku Utara diharapkan dapat membuka jalan bagi pendidikan yang lebih inklusif dan merata, memberikan harapan baru bagi siswa dan orang tua di Ternate.
Penulis: Kairatu











